Cuma di NF

Hastag cumadiNF pernah menjadi Trending Topic World Wide (TTWW) di Twitter urutan ketiga! Waw saya pun tidak percaya hal tersebut terjadi sampai melihat sendiri. Kalau tidak salah bertahan sekitar setengah hari lebih. Bangga kan kalau sekolahnya terkenal. Yang pasti saya bangga hehehe.

Kenapa bisa jadi TTWW? Sebelumnya ada instruksi ketua angkatan yang menyampaikan intruksi dari atasan atau guru saya tidak tahu pastinya. Yaitu semua yang pernah dan masih menjadi bagian dari Nurul Fikri (NF) nge-twit pada malam minggu 11 Agustus 2012 agar menjadi TTWW.

twitter.com

Btw, kali ini saya akan nostalgia pada masa SMP, unforgettable memories banget deh.

Sekolah saya…..

Saya memilih sekolah yang jauh agar bisa lebih bebas dari orang tua, namun ternyata saya masuk ke hutan belantara yang jauh dari mana-mana. Yup, saya bersekolah di SMPI Nurul Fikri Boarding School di Anyer,Banten. Dari Surabaya ke Anyer jauh yaaa…

google.com

Dan cerita konyol dan tak terlupakan pun dimulai….

 

Masa Cupu

foto sekelas dan masih unyu

Sebulan pertama saya di pesantren rasanya rindu rumah, ingin pulang dan kangen ibu. Sampai pernah nangis di sudut ruang aula asrama supaya tidak ketahuan teman-teman yang lain, kan malu tuh kalau ketahuan nangis hehehe. Coba kalian tebak, saya yang mana?

Waktu terus berjalan sampai sudah tidak menangis lagi karena semuanya juga merasakan hal yang sama. Waktu dulu kami jarang mengabadikan momen dengan foto, jadi harap maklum jika fotonya banyak yang formal hehehe.

Mulai berkenalan dengan satu sama lain dari berbagai daerah. Tidak sedikit pula yang dari luar Jawa. Mulai membiasakan diri dengan kebiasaan masing-masing individu. Mulai mengenal kelebihan dan kekurangan masing-masing, dan belum memanggil dengan nama bapak mereka.

Menginjak semester genap, yang sebelumnya jaim (jaga image) mulai menampakkan sifatnya masing-masing. Yah.. Saya sih masuk dalam golongan anak bandel, mungkin karena masih labil kali ya? 

Guru hanya memperhatikan murid teladan dan bandel saja. Jika kamu tidak bisa menjadi murid teladan, jadilah murid bandel.

Dan memanggil nama bapak pun dimulai, padahal saya sudah menyembunyikan semua hal tentang nama bapak saya pada saat itu. Tetapi ada seorang teman yang punya berkas nama bapak dengan meminta dari guru. Akhirnya bapak saya pun jadi panggilan saya. Dan panggilan akrab lainnya menyusul dikemudian hari.

keseharian di NF pun cukup ketat, jika tidak santri tidak sampai di masjid sebelum selesai akan dapat hukuman. Menggunakan HP hanya saat jam menelepon hari Senin dan Kamis jam 17.00-21.00 WIB. Apalagi satu HP bisa dipakai 8 orang. Tidak boleh keluar lingkungan pesantren kecuali dapat surat izin dari wali asrama yang ketat.

Yang lebih parah jika alasan sakit pada saat jam sekolah harus ke puskesmas pesantren yang jaraknya 1 Km naik turun bukit dan harus diserahkan pada hari itu juga. Sebenarnya hanya untuk sakit ringan agar santri tidak membuat alasan yang mengada-ada.

twitter.com

Masa Mengeksplorasi Diri

main di danau

Udah kenal setahun, bagian diri mana yang tidak diketahui? Tidak ada! wkwkw. Mau disembunyikan seperti apapun pasti suatu saat akan terlihat juga. Sudah tidak ada batas suku dan ras lagi, begitu pula panggilan yang dilontarkan pun seenaknya saja. Bagi mereka yang masih belum ikhlas dipanggil seperti tadi, berkelahi adalah jalan terakhir. Tapi setelah selesai harus berbaikan kembali.

Pada saat kelas 8 ini pula saya mendapatkan Surat Peringatan (SP) empat kali. Padahal maksimal setiap santri mendapatkan SP 3 kali akan dikeluarkan. Masih menjadi misteri tersendiri bagi saya sampai saat ini. Tetapi saya tidak akan menceritakan hal tersebut disini karena banyak aib, sebagai gantinya saya ceritakan hal yang seru-seru saja.

Masih teringat dibenak saya ketika kabur dari pesantren. karena sudah lama bosan hidup di hutan belantara, lalu kami memutuskan untuk kabur dengan jalan kaki melewati hutan. Garis merah pada di gambar berikut adalah rute perjalanan kami.

google.com

Setelah kami sampai di jalan raya, apa yang kami cari? tentu saja warnet hehe. Saat di pesantren kami tidak diperbolehkan mengakses internet kecuali saat dijenguk maupun pulang. Alhasil kita mencari warnet dan browsing sepuasnya. Pada tahun 2010 lagi nge-trend main facebook. 

Waktu hendak pulang, kami bingung naik apa karena hari menjelang gelap. Akhirnya diputuskan naik ojek sampai sebelum pintu masuk utama. Dan menyelinap masuk lewat hutan belakang pesantren. Dan segera masuk asrama untuk siap-siap sholat maghrib.

Besoknya kami dipanggil dan dibotak tanpa diberi penjelasan. dan kami memahaminya bahwa kami ketahuan. Hahaha kena juga, tapi yang bisa diambil hikmahnya adalah jangan mau hanya ditempurung saja. Keluarlah untuk mencari pengalaman sebanyak-banyaknya.

Jangan mau hanya ditempurung saja. Keluarlah untuk mencari pengalaman sebanyak-banyaknya.

-Salman 2010

We Are Ravelix

Bagi kami menjadi autis adalah hal yang normal selama di pesantren. Jika masih ada yang jaim, tidak butuh waktu lama menjadi autis. Solidaritas kami jangan diragukan lagi, tapi sering berujung buruk hehehe.

berani kotor itu baik

 

Masa Pertaubautan

Kenapa taubat? karena sudah kelas 9 waktunya fokus UN hehehe.

Sholat dhuha sebelumnya jarang menjadi sering.

Masjid sebelumnya sepi menjadi ramai tilawah.

Bangku depan sebelumnya kosong menjadi penuh.

Setiap ada yang mengobrol pasti obrolannya seputar soal-soal.

Yap, karena sedang menghadapi UN, tidak begitu banyak kejadian yang seru pada saat ini. Hanya keisengan biasa yang paling maksimal kena teguran guru. Sudah jarang yang bolos sekolah, madol (bolos) ke masjid, dan lain-lain.

Atau tingkah laku kami menjadi autis karena jenuh berhadapan dengan buku dan latihan soal-soal. Autis disini maksudnya adalah tidak normal secara tingkah laku dan pikiran, bukan penyakit autis pada umumnya.

 

Wisuda Perpisahan

Setiap pertemuan pasti ada perpisahan.

Ada awal dan juga ada akhir.

Kisah selama 3 tahun di pesantren yang penuh suka dan duka pun harus diakhiri. Mau tidak mau waktu akan terus berjalan.

Momen ketika tidur bersama, bercerita kesana kemari tiada habisnya, tidak ada HP bukan menjadi masalah, dimarahin guru bersama, dihukum bersama, sampai mandi bersama pun kita lakukan.

Tidak punya pacar atau gebetan pun bukan pikiran kita. Yang hanya kita pikirkan adalah bagaimana menghabiskan waktu yang ada untuk persahabatan ini.

Kita ini bagaikan satu tubuh, apabila ada satu yang luka, yang lain merasakan dan mengobati luka tersebut.

Andai saja dapat mengulang waktu, saya sangat rindu untuk mengulang kembali saat-saat itu. Menjadi lebih autis lagi dan mengabadikan banyak momen sehingga dapat dijadikan nostalgia dikemudian hari.

Suasana haru dan tangisan terdengar lirih hingga keras sekali. Kawan seperjuangan kembali ke tempat masing-masing untuk melanjutkan kehidupan selanjutnya. Akan tetapi Nurul Fikri Boarding School tetap menjadi tempat kami melepas rindu.

Sampai jumpa kawan, semoga kita semua menjadi orang sukses dunia dan akhirat. Aamiin.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *