Masa Sekolah Masa yang Paling Indah. Masa sih?

Sebelum saya menulis artikel ini, Saya searching dulu nih. Kata orang masa SMA tuh masa yang paling indah. Masa sih?

Berkat bantuan mbah Google, saya menemukan beragam jawaban. Ada yang bilang benar, mereka menyakini masa indah SMA tidak seperti kehidupan pasca SMA. Adapula yang mengatakan tidak, mereka mengutuk kehidupan SMA agar cepat selesai dan menuju tahap kehidupan selanjutnya. Adapula yang biasa – biasa saja. Yah, beragam cerita lah pokoknya.

Jawaban yang dilontarkan pun relatif berbeda-beda tergantung individu yang menjawab. Tetapi, Poin yang perlu dipahami adalah bagaimana kamu memposisikan diri pada saat SMA, jika gambaran luasnya yaitu seni menikmati hidup. Intinya adalah kamu mendapatkan apa yang kamu usahakan pada saat SMA.

Jika saya ditanya bagaimana masa SMA saya, saya jawab masa indah lah hehehe. Suka duka pun saya nikmati, jangan sampai menyesal dikemudian hari jika melewati masa SMA dengan biasa-biasa saja.

Dibawah ini akan saya ceritakan kejadian yang tak terlupakan bagi saya selama di SMA, cekidot….

 

Pandangan pertama tentang sekolah

Saat datang tes tulis dan wawancara saya melihat papan nama sekolah tertulis SMPIT Al-Uswah Surabaya.

“saya kan mau daftar ke SMA, kok malah dikasih alamat ke SMP?” dalam keadaan bingung saya mencari orang untuk bertanya kebenaran SMA yang hendak saya daftar.

Akhirnya bertemu dengan seorang guru dan dibenarkan bahwa ini tempat pendaftarannya. Dan saya kaget ternyata saya angkatan pertama.

Waww.. menjadi generasi perintis sekolah yang belum punya gedung sekolah sendiri. Jangan tanya sekolah kami ada dimana, di google map tidak terdeteksi hahaha. Lelucon itu kami buat saat awal masuk sekolah.

Sesuatu sekali menurut saya, gimana tidak? Gedung masih gabung dengan SMP, angkatan pertama dengan jumlah murid total 21 orang, dan masih banyak fasilitas yang belum memadai.

Jika nostalgia kembali pada saat itu, rasanya jadi ingin kembali mengulang memori tersebut.

kami laskar pelangi

Proker OSIS pertama

wahh… kalau diingat kembali betapa kalang kabutnya kami mempersiapkan program kerja (proker) tersebut agar bagus dan berjalan lancar. bayangkan saja, pembicara yang diundang adalah Habiburahman El Shirazy seorang penulis novel best seller ‘Ayat-ayat Cinta dan Ketika Cinta Bertasbih’. Apalagi kuota peserta yang kami sediakan sebanyak 300 kursi untuk semua kalangan.

poster acara

Kami yang berjumlah 21 orang ditambah guru 5 orang menghadapi 300 peserta talkshow tersebut dan banyak persiapan yang harus dipersiapkan. Kami berusaha semaksimal mungkin agar acara berjalan sesuai rencana. Dan tugas masing-masing sudah dipegang oleh para siswa.

walau acara sedikit telat dari rundown dan ada beberapa kesalahan teknis acara, secara keseluruhan kami bangga atas terselenggaranya proker tersebut. Dan saya masih ingat waktu kami sampai saling mengisi tugas teman yang lain karena kekosongan orang pada tugas tersebut.

foto setelah acara

MaBar (Mancing Bareng)

Setelah selesai UAS kami jenuh suntuk dan ingin refreshing melepas penat setelah belajar maksimal untuk UAS. saat itu kami kelas 11. Kami memiliki semboyan seperti ini

“buat kegiatan itu yang ndadak aja, biar tidak wacana”

Maksudnya adalah jika ingin melakukan sesuatu bersama teman akrab, tidak perlu banyak persiapan dan bertele-tele. Bahasa Surabaya-nya itu bondo nekat (modal nekat), kenapa? Karena sebelumnya kami sering merencanakan sesuatu sampai matang tetapi tidak jadi terlaksana karena banyak alasan.

Sebenarnya acaranya hanya mancing dan makan siang, tetapi yang membuat unforgettable moment adalah suasana yang tercipta dan canda tawa kami semua.

berpose ala gangster di tempat parkir

 

Oiya, saya lupa kasih tahu, pada saat kelas 11 ada penjurusan kelas yaitu IPA dan IPS. Semenjak itu hubungan antar kelas IPA dan IPS renggang dan tidak seakrab seperti dahulu. dan di momen ini hubungan yang selama ini kami rindukan merekat kembali. dengan bercanda tawa kami melepas rindu.

mancing mania

Yahh.. walaupun ikan yang didapatkan rata-rata kecil, kami sangat bahagia. Untung saja medapatkan ikannya tidak membutuhkan waktu yang lama. karena mancingnya di kolam yang penuh ikan, hahaha.

Fokus UN dan SBMPTN

masa bersenang-senang sudah cukup, saatnya fokus tujuan yaitu lulus UN dan SBMPTN. Yap kami sudah menginjak kelas 12. Porsi untuk bersenang-senang diberikan sangat sedikit dan porsi belajar diberikan sebesar-besarnya.

Mau tidak mau kami harus mengikuti Try Out, tugas harian, dan lain sebagainya. sampai-sampai kami melampiaskan kejenuhan tersebut kegilaan yang tidak wajar.

Yang menjadi unforgettable moment yaitu keseriusan kami dalam menggapai cita-cita yang kami inginkan. Sampai-sampai semua tempat kami jadikan tempat belajar dan kapanpun ada waktu kosong.

tidak sadar difoto guru saya

Dan akhirnya kami lulus UN 100% dan 70% diterima di perguruan tinggi.

Sebenarnya banyak momen yang ingin saya ceritakan, namun momen tersebut banyak aib yang terkandung didalamnya. hehehe. Bagaimana kisah cinta saya? Kasih tau tidak yaa… hehehe. 

foto sebelum kelulusan

Pssst… Jika kamu bisa menebak salah satu cewek dibelakang yang pernah menghiasi kisah cinta saya, saya akan ceritakan di artikel selanjutnya wkwk.

Jangan lupa untuk komentar di kolom bawah ya, terima kasih.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *